October 2020

Rahasia Dibalik Mahalnya Tas Louis Vuitton Rahasia Dibalik Mahalnya Tas Louis Vuitton

Rahasia Dibalik Mahalnya Tas Louis Vuitton – Beberapa artikel yang akan kami berikan adalah artikel yang kami rangkum dari sumber terpercaya, berikut ini beberapa artikel yang membahas mengenai rahasia dibalik kemahalan tas brand lv.

Perjalanan sebuah brand untuk berada seperti Louis Vuitton sepertinya sangat sulit. Tercatat, Louis Vuitton sudah menjadi merek termahal di dunia dengan penilaian merek yang mencapai USD32,223 miliar dan pertumbuhan 14% dari tahun ke tahun. Selain LV, Gucci tercatat sebagai merek mewah dengan pertumbuhan tercepat di dunia, dengan tingkat pertumbuhan 23%.

Data tersebut disampaikan oleh perusahaan konsultan pemasaran Interbrand yang merilis daftar merek global teratas selama tahun 2019.

Untuk memperkirakan penghasilan suatu merek, Interbrand pun menganalisis kinerja keuangan atau layanan suatu merek, peran yang dimiliki suatu merek dalam keputusan pembelian, dan kekuatan kompetitif suatu merek dibandingkan dengan merek lain dalam sektornya.

Hasilnya seorang analisis menemukan bahwa sembilan perusahaan mewah teratas memiliki nilai merek gabungan sekitar USD117,784 miliar.

Adapun Louis Vuitton pertama kali dibuat pada tahun 1837 oleh seorang pria Perancis bernama Louise Vuitton. Tahun-tahun itu Louise Vuitton yang berasal dari kota Anchay, Prancis, ini membuka toko pertamanya di Paris.

Baca Juga:Meja Foosball Louis Vuitton

Tahun 1858 merupakan produk pertama yang dibuat oleh Louis Vuitton yakni sebuah travel bag atau koper dengan desain yang ringan, tahan lama dan kedap air. Dan pada tahun 1896 George Vuitton, anak dari Louis Vuitton, menciptakan monogram iconic Louise Vuitton serta patern bunga yang kini menjadi logo kebanggaan LV. Itu ia ciptakan untuk menghormati mendiang ayahnya yang meninggal pada tahun 1892.

Tas Louis Vuitton sejak didirikan memang kerap dipakai oleh bangsawan Perancis di tahun 1800-an sehingga merek tersebut hingga kini menjadi merek mewah yang dipakai oleh banyak model dunia. Bahkan sekarang ini Louis Vuitton bernilai US$47 miliar dolar dan sudah memiliki banyak produk dari tas, baju, sepatu, perhiasan hingga toilet. Serta logo LV pun kian melekat dengan kesan mewah.

Adapun alasan di balik tas bermerek ini sangat mahal karena mereka memiliki biaya pembuatan yang sangat tinggi. Mereka juga memproduksi langsung di Perancis dan dibuat oleh para pengrajin yang berpengalaman dari Eropa dan Amerika. Serta bahan yang mereka gunakan juga sangat mahal dan masih ada yang dijahit tangan atau mesin jahit biasa.

Karena itulah produk Louis Vuitton hanya dibuat sedikit alias terbatas sehingga itu yang membuat harganya kian mahal. Dengan persediaan yang terbatas, LV juga sengaja agar tidak menjual tas dengan murah atau harga diskon. Sehingga membuat Louis Vuitton menjadi satu-satunya merek yang tak pernah menjual barangnya dengan harga diskon.

Meja Foosball Louis Vuitton Meja Foosball Louis Vuitton

Meja Foosball Louis Vuitton – Kali ini lvbags akan membahas tentang rilisan barang baru dari brand lv yaitu meja foosball yang dikabarkan dijual dengan harga 1,2 miliar. Berikut ini merupakan artikel yang membahas tentang mejad foosball dari brand lv.

Di bagian lubang tempat keluarnya bola, ada ukiran nama merek didesain melingkar.

Sedangkan untuk bagian gagang yang berfungsi menggerakkan pemain, desainnya terlihat ramping dan dilapisi kulit sapi.

Kemudian di bagian penghitungan poin, desain monogram dan ukiran khas LV menjadi pilihan.
Kesan elegan terlihat di bagian sisi meja yang didominasi oleh warna coklat dan putih .

Lalu, di salah satu sisinya terdapat logo LV.

Dengan desain yang menawan, meja foosball ini dibanderol dengan harga 87 ribu dollar AS atau mencapai lebih dari Rp 1,2 miliar.

Bagi kolektor yang lebih menyukai tampilan berwarna, LV juga menawarkan desain meja foosball dengan pilihan warna cyan -biru kehijauan, fuschia -merah jambu keunguan, dan pistachio -kuning pucat kehijauan.

Warna-warna tersebut pernah digunakan LV era 1920-an untuk koleksi kopernya.

Material pada meja foosball ini menggunakan epi leather yang tahan lama, sama seperti produk LV lainnya.

Menariknya, kulit didesain bergelombang dengan pola horizontal.

Baca Juga :Kisah Louis Vuitton dan Tifannya & Co

Namun berbeda dengan varian sebelumnya, meja foosball yang menawarkan beberapa warna ini dijual “sedikit” lebih mahal, yakni 87.500 dollar AS, alias terpaut sekitar Rp 7,5 juta dari versi pertama.

Selain itu, LV juga menawarkan pilihan lain yang harganya lebih murah, yaitu meja foosball berbahan kanvas yang dijual dengan harga 71 ribu dollar AS atau sekitar Rp 1 miliar.

Di lihat dari segi bentuknya, meja foosball ini tak jauh berbeda dengan yang sebelumnya.

Namun pada bagian sisinya didesain menggunakan motif monogram khas LV yang ikonik berbahan kanvas.

Sementara itu, sentuhan aksen warna emas membuat meja ini tidak kalah elegan bila dibandingkan dengan varian lainnya.

 

Artikel diatas merupakan artikel yang membahas tentangĀ  barang kelauran baru dari brand lv yaitu meja foosball yang dijual dengan harga yang sangat fantastis yaitu seharga 1,2 miliar.

Kisah Louis Vuitton dan Tifannya & Co Kisah Louis Vuitton dan Tifannya & Co

Kisah Louis Vuitton dan Tifannya & Co – Berikut ini merupakan artikel yang membahas tentang kisah bisnia louis vuitton dan tifanny & co yang berawal dari cinta dan menjadi benci.

Tiffany & Co. (dikenal sehari-hari sebagai Tiffany atau Tiffany) adalah perusahaan ritel perhiasan dan barang-barang antik Amerika Serikat yang bermarkas di Kota New York. Perusahaan ini menjual dan menyediakan perhiasan, perak, porselen, kristal, alat tulis, wewangian, botol air, jam tangan dan aksesoris pribadi, serta beberapa barang kulit.

Tiffany terkenal dengan barang-barang mewahnya dan terkenal dengan berlian dan perhiasan peraknya. Perusahaan ini memasarkan dirinya sebagai salah satu standar gaya seni kontemporer. Banyak dari barang-barang ini dijual di toko-toko Tiffany banyak menyebar di seluruh dunia, serta melalui surat langsung dan kontrak kerja sama dengan perusahaan dan pemerintah lain.

Raksasa produk fesyen mewah asal Perancis, Louis Vuitton (LVMH) dan Tiffany & Co kini saling membenci dari yang sebelumnya saling mencinta. Hal itu terjadi setelah rencana akuisisi dibatalkan. Kedua perusahaan pun saling menuntut.

Melansir BBC, Rabu (30/9/2020) LVMH pernah mengatakan bahwa Tiffany berdiri untuk cinta, tetapi sekarang perusahaan perhiasan di New York ini dianggap salah kelola dengan prospek yang suram.

Pemilik Louis Vuitton mengaku menggugat balik Tiffany dalam kasus pembatalan akuisisi senilai US$ 16,2 miliar. LVMH menilai perusahaan perhiasan tersebut bukan lagi bisnis yang disepakati untuk dibeli.

Meski demikian, pihak Tiffany mengatakan, argumen spekulatif pihak LVMH merupakan upaya untuk tidak membayar US$ 135 per saham yang telah disepakati pada proses akuisisi.

Tiffany sendiri sudah mengajukan gugatan terhadap LVMH setelah perusahaan membatalkan kesepakatan akuisisi yang awalnya bisa terjadi di November.

Baca Juga :Louis Vuitton Keluarkan Face Shield

“Argumen LVMH adalah upaya terang-terangan lainnya untuk menghindari kewajiban kontraknya untuk membayar harga yang disepakati untuk Tiffany,” kata Ketua Tiffany, Roger Farah.

Dalam tuntutan, LVMH mengatakan ada lima petinggi Tiffany yang menerima bonus US$ 100 juta jika kesepakatan akuisisi dilanjutkan.

“Bisnis yang diusulkan LVMH untuk diakuisisi pada November 2019 tidak lagi ada,” kata LVMH dalam dokumen pengadilan.

LVMH awalnya menawarkan US$ 120 per saham untuk Tiffany atau sebelum dinaikkan menjadi US$ 135 per saham. Sejak itu, harga saham Tiffany turun dan sekarang diperdagangkan pada kisaran US$ 116,44 per saham.