General

Fakta Tentang Tas Louis Vuitton Touchscreen – LV tidak pernah kehabisan cara untuk berinovasi dalam mengembangkan produknya. Salah satu produk LV yang sedang viral adalah tas OLED atau touchscreen yang dapat di sentuh . Tas dengan teknologi canggih tersebut diusung oleh fashion brand ternama Louis Vuitton (LV). Penasaran dengan tas “dari masa depan” tersebut? Berikut fakta-faktanya!

1. Masih dalam bentuk prototipe

Tas OLED LV masih belum dirilis secara resmi karena dalam tahap pengembangan. Desain yang digunakan sangat khas, yaitu berwarna cokelat dengan corak LV yang menghiasinya. Prototipe tersebut dipamerkan pada peragaan Cruise 2020 di New York, Amerika Serikat.

Fakta Tentang Tas Louis Vuitton Touchscreen

2. Ada dua macam desain tas yang dipamerkan

Sejauh ini LV menunjukkan dua macam desain dari tas OLED tersebut. Yang pertama adalah bucket bag yang memiliki satu layar di masing-masing sisi. Desain kedua adalah hand bag dengan dua layar yang sejajar.

3. Dijuluki “Canvas of the Future”

Untuk pertama kalinya Louis Vuitton memperkenalkan tas yang berbeda dari yang biasa mereka buat. Dijuluki “Canvas of the Future” karena tas tersebut merupakan penggabungan antara “kerajinan” dan teknologi.

4. Layar tas menampilkan gambar bergerak

Saat dipamerkan, layar full-color melengkung tersebut memperlihatkan gambar bergerak dari sebuah kota. Gambar memiliki warna meriah dan kontras yang tinggi. Layar tersebut memiliki resolusi sebesar 1920 x 1440. Selain itu dikabarkan bahwa LV menggunakan fitur layar sentuh untuk layar tersebut.

5. Louis Vuitton bekerja sama dengan Royole

Royole adalah perusahaan startup asal China yang pertama kali merilis smartphone dengan layar yang bisa dilipat. Perusahaan tersebut yang memasok layar untuk tas futuristik LV. Royole ternyata pernah membuat inovasi serupa, yaitu tas yang memiliki layar.

Baca Juga :Cara Mudah untuk Membedakan Louis Vuitton Asli dan Palsu

6. Louis Vuitton belum memberikan informasi lebih mengenai tas tersebut

Publik masih belum mengetahui detail informasi dari tas yang baru berupa prototipe tersebut. Baik terkait dengan kapan diluncurkan ke pasar, bagaimana cara mengoperasikan layar, terlebih lagi harganya.

7. Prediksinya, layar tersebut dapat dioperasikan secara interaktif

Karena menggunakan fitur layar sentuh, banyak yang memprediksi bahwa layar yang tersemat bukan sekadar hiasan. Pengguna kemungkinan dapat mengganti-ganti tampilannya.

Wanita dari Indonesia Curi Tas LV – Mungkin anda sudah pernah membaca artikel serupa atau sejenis,tapi artikel ini berbeda karena sudah kami ambil dari sumber terpercaya , berikut wanita dari Indonesia yang mencuri tas lv dan ditangakp di Melbourne.

Seorang perempuan Indonesia dilaporkan mencuri dua tas merek Louis Vuitton di sebuah kawasan di Melbourne, Australia, pada 19 Mei sekitar pukul 12.50 waktu setempat.

Berdasarkan rilis yang dikeluarkan oleh Kepolisian Victoria, perempuan yang belum diidentifikasi namanya oleh kepolisian lokal itu kemudian ditangkap di Bandara Internasional Melbourne sebelum melarikan diri ke Indonesia pada Minggu (7/6).

Bagi anda bagi para pecinta permainan judi slot online dapat memainkan permainan judi slot online di situs slot terpercaya seperti Situs Joker123

Wanita dari Indonesia Curi Tas LV 

1. WNI berusia 21 tahun itu mengelabui karyawan toko

Perempuan yang berumur 21 tahun tersebut mengunjungi toko Louis Vuitton di kawasan Southbank. Menurut keterangan polisi, ia awalnya mengaku ingin melihat-lihat tas tangan.

Kemudian, ia mengatakan kepada karyawan toko bahwa dirinya mau mencoba beberapa pasang sepatu. Saat si karyawan sedang mencarikan sepatu-sepatu yang diminta di dalam ruang penyimpangan, perempuan tersebut disebut sukses menyembunyikan dua tas, lalu meninggalkan lokasi.

Baca Juga:Fakta Tas OLED Louis Vuitton Touchscreen

2. Harga tas curian lebih dari Rp100 juta

Dua tas yang dicuri itu diestimasi seharga Rp107 juta. Selain itu, ia juga dituduh telah mencuri pakaian-pakaian dan aksesoris bermerek lainnya yang diperkirakan seharga Rp486,5 juta. Barang-barang tersebut berhasil ditemukan di tempat tinggalnya yang digeledah polisi setelah mendapatkan surat izin pengadilan.

Namun, polisi tidak mengungkap di mana, kapan dan bagaimana barang-barang tersebut berhasil dicuri. Polisi juga tidak menyebutkan apakah perempuan tersebut bekerja atau memiliki urusan lain di Australia.

3. Persidangan akan digelar pada 2 Oktober

Saat ini, perempuan itu telah dikenai pasal pencurian dan menyimpan barang-barang curian. Akan tetapi, polisi tidak menahannya karena ia telah membayar uang jaminan. Meski begitu, kasus terus berlanjut dan mewajibkannya menghadiri persidangan pertama pada 2 Oktober mendatang.