Louis Vuitton

Louis Vuitton Rilis Sepeda Mewah – Seperti yang kita semua ketahui bahwa brand Louise Vuitton merupakan salah satu brand ternama dan terkenal yang memiliki harga dan kualitas yang tinggi.

Kegiatan bersepeda saat ini tengah menjadi tren di seluruh dunia. Dan soal tren, rumah mode Louis Vuitton tentu tak ingin ketinggalan. Kali ini, rumah mode asal Prancis tersebut menggandeng produsen sepeda terkenal di Prancis yang telah berdiri sejak 1912, Maison Tamboite. Dengan desain retro, merek Perancis Louis Vuitton dan Maison Tamboite bersama-sama meluncurkan lini sepeda LV Bike.

Louis Vuitton Rilis Sepeda Mewah

Kalau di Indonesia yang banyak populer adalah sepeda sport, LV Bike hadir dengan model sepeda yang lebih cocok dipakai untuk berkeliling kota dengan santai tanpa memikirkan kecepatan. Hadir dalam empat pilihan warna, merah, kuning, biru, dan hitam, LV Bike memiliki dua model berbeda. Kedua model tersebut merupakan representasi sepeda model klasik dari koleksi pertama Maison TAMBOITE Paris.

Selain itu, koleksi sepeda ini dibuat dengan tangan sesuai standar pembuatan Maison TAMBOITE Paris. Kerangkanya terbuat dari baja berlapis enamel dan krom yang berhasil membuat sepeda jadi lebih ringan namun tetap kokoh. Empat model LV Bike juga tersedia dengan rangka step-through atau tertutup dan semuanya dilengkapi dengan drivetrain dua kecepatan.

Baca Juga : Daftar Item Unik dari Brand Louis Vuitton

Sepeda ini juga memiliki saddle atau pelana yang dibuat dari kulit lembut nan empuk sehingga bisa memberikan kenyamanan bagi pengguna. Lalu untuk memastikan keselamatan pengendara dan sepeda itu sendiri, LV Bike juga dilengkapi dengan teknologi yang bisa melacak lokasi keberadaan sepeda dengan sistem real time yang bisa dipantau melalui aplikasi ponsel pintar.

Dan menariknya lagi, beberapa koleksi LV Bike mempunyai aksen kulit dengan motif monogram khas Louis Vuitton berbentuk bunga dan tulisan ‘LV’ di bagian rangka, pelana, atau keranjang sepeda. Tampilan ini tidak hanya bisa memberikan pengalaman baru dalam bersepeda tapi juga membuat gaya bersepeda kamu jadi semakin chic.

Bagi yang ingin mendapatkan sepeda dari Louis Vuitton ini, kamu bisa membelinya langsung di gerai Louis Vuitton dengan sistem made-to-order atau dibuat sesuai pesanan. Tak perlu khawatir kehabisan sebab koleksi sepeda stylish ini tidak dijual musiman. Jadi kamu bisa mendapatkannya kapan saja sesuai keinginan.

Daftar Item Unik dari Brand Louis Vuitton – Seperti yang kita semua ketahui, brand Louise Vuitton merupakan salah satu merek yang sangat terkenal dan memiliki harga jual yang sangat tinggi. Bukan hanya harganya saja yang mahal, tapi brand ini juga memiliki keunggulan. LV bukan hanya tentang tas saja loh. Berikut ini ada beberapa item unik darinya

Daftar Item Unik dari Brand Louis Vuitton

1. Wireless earphone dengan harga fantastis

Kalau ngaku pernah beli earphone seharga 1-5jutaan, untuk sepasang earphone satu ini bisa berkali-kali lipat. Louis Vuitton Horizon Connected digadang-gadang menjadi salah satu wireless earphone termahal di dunia. Sepasang earphone unyu dengan lambang LV khas emas di tengahnya ini, dibanderol dengan harga sekitar 14 jutaan. Hadir dengan box bundar eksklusifnya, earphone ini nggak cuma akan melengkapi kebutuhan aksesoris ponselmu, tapi penampilan yang langsung ke-upgrade. Berminat untuk membelinya?

2. Berani beli smartwatch-nya LV? Kudu siap beli charger mahalnya

Punya smartwatch dari Louis Vuitton? Berarti kamu harus siap beli charger untuk Tambour Horizon ini. Memang kocek yang harus dikeluarkan untuk membeli produk ini nggak sefantastis harga jam tangannya. Tapi merogoh budget 2 jutaan untuk sebuah charger, rasanya antara ikhlas dan tidak.

3. Berminat membeli lipstcick case ini?

Sebagian besar wanita memang memiliki banyak koleksi lipstik dari berbagai merek. Biasanya, yang tersimpan di pouch ada beberapa biji. Sisanya dan yang paling difavoritkan bakal disimpan di rumah. Buat yang nggak ingin lipstik kesayangannya tergores, sepertinya kamu bakal butuh tas kecil mewah untuk menampung lipstik kesukaanmu. Nggak lepas dari aksen motif LV-nya, tas ini tergantung indah dengan rantai berwarna emasnya. Kotak penyimpanan lipstik yang terinspirasi dari 1920-an ini dibanderol dengan harga resmi sekitar Rp14 jutaan.

Baca Juga : Fakta Tentang Tas Louis Vuitton Touchscreen

4. Cigar case yang harganya bisa buat beli berkilo-kilo rokok

Kalau harga lipstick case saja sudah bikin kamu mangap, tentu belum ada apa-apanya sama harga ciger case yang satu ini. Pasalnya, harga kotak untuk menampung rokok ini dihargai Rp71 jutaan. Sementara itu, untuk yang ukuran travel, LV membanderolnya dengan harga Rp17 juta.

5. Harga satuan Perfumed Wax yang bikin melongo

Hobi mengoleksi lilin aromaterapi? Kalau iya, tentu kamu udah nggak asing dengan keluaran Louis Vuitton. Lilin putih dengan tampilan elegan khas Louis Vuitton ini dibanderol dengan harga kurang lebih Rp3 juta per buahnya.

1 1

Cara Mudah untuk Membedakan Louis Vuitton Asli dan Palsu – Tas branded merek LV merupakan salah satu brand terkenal yang cukup diminati oleh para pecinta fashion- fashion mahal. Tas LV memiliki banyak sekali jenis dan variasinya. Namun sayang, karena ketenaran produk ini, Menjadikan tas ini banyak di produksi secara KW atau palsu. Berikut adalah cara untuk membedakan tas Louis Vuitton

1. Warna
Hal paling mudah untuk membedakan barang asli dan palsu adalah dengan melihat warnanya. Tas LV asli, memiliki warna yang lebih gelap. Sedangkan LV palsu warnanya lebih cenderung kekuning-kuningan.

2. Bentuk Zipper
Zipper atau resleting pun terlihat berbeda. Zipper lansiran LV asli, terlihat lebih besar dan mengkilap, berbeda dengan barang yang palsu.
“Yang asli, gagang zipper-nya lebih terlihat besar dan berbobot (berat), kalau palsu gagangya kecil dan ringan. LV asli itu mengkilapnya berbeda,” jelas Effi.

3. Jahitan
Dari segi jahitan, LV asli tidak akan pernah memotong bentuk logo. Meski terhalangi oleh lipatan, LV asli akan tetap menyambung bentuk logo dan tak serta-merta dibuat secara asal. “Craftsmanship LV itu percision ya, logonya akan selalu nyambung dan tidak akan tercerai berai,” lanjut wanita yang hobi mengoleksi tas branded ini.

4. Launch Code
Pada beberapa kasus, LV palsu akan menunjukan data code yang salah.

“Contohnya, sebenarnya ini tas keluar tahun 2009, tapi di barang KW tertera 2007,” sambungnya.
Namun tak jarang, data code pada barang KW persis sama dengan produk aslinya. Sehingga sulit dibedakan jika tidak ada pembandingnya.

Baca Juga : Inilah Alasan Kenapa Harga Merk Louis Vuitton Mahal

5. Bobot atau berat

Dalam penjelasan Effi, LV asli akan terasa lebih berat dibandingkan dengan LV KW. Oleh karena itu, untuk mengetahui soal bobot memang diperlukan pembanding. Terakhir, kulit dari LV palsu akan gampang terkelupas, jahitan palsu juga mudah untuk terbuka.

6. Logo

Logo pada tas LV yang palsu, jalur jahitannya tidak rapi, bahkan logo dari tas terpotong oleh alur jahitan di bagian tepi. Jahitan juga tampak tidak tersambung, jadi tampak seperti terputus. Sebagai tambahan, ada unsur warna yang cenderung kurang menarik pada tas tersebut. Maka bisa dipastikan, bahwa tas LV tersebut adalah palsu.

Produk asli tas LV, penempatan logonya benar-benar simetris. Logo tersebut membulat seperti huruf “O”. Selain itu, untuk jenis tas satu warna, bagian dalam tas LV dibuat dari bahan kanvas yang berwarna cokelat, dihiasi dengan logo dari kuningan.

Sejak puluhan tahun lalu, tas ini sudah memiliki kode tanggal yang dicetak di bahan kulit di luar. Namun, tas LV yang dibuat di Amerika Serikat, sedikit berbeda dengan tas LV yang dibuat di tempat lain, misalnya Prancis, Spanyol dan Italia. Perbedaan tersebut bisa dari kualitasnya, bisa juga dari material yang digunakan.

lv lv

Inilah Alasan Kenapa Harga Merk Louis Vuitton Mahal – LV adalah salah satu merek tas yang harganya sangat mahal. LV memiliki jenis yang beragam, seri terbaru dari LV biasanya di bandrol dengan harga miliaran rupiah loh. Harga yang begitu mahal bukanlah hal semata, berikut adalah ulasan mengapa harga LV sangat mahal.

Pada tahun 1858 produk pertama dibuat, yaitu sebuah travel bag atau koper dengan desain yang ringan, tahan lama serta kedap air. Pada tahun 1896 George Vuitton, anak dari Louise Vuitton, menciptakan monogram iconic Louise Vuitton serta patern bunga yang kini menjadi logo kebanggaan LV. Itu diciptakan untuk menghormati mendiang ayahnya yang meninggal pada tahun 1892.

Sejak didirikan, tas Louise Vuitton kerap kali dipakai oleh bangsawan Perancis di tahun 1800-an dan merek itu hingga kini terus menjadi merek mewah yang dipakai oleh banyak model di dunia modern saat ini.

Sekarang ini produknya sudah banyak dan logo LV telah banyak dipakai di berbagai produk mulai dari tas, baju, sepatu, perhiasan hingga toilet. Saat ini Louis Vuitton bernilai US$ 47 miliar dolar.

Alasan kenapa tas merek ini sangat mahal adalah karena memiliki biaya pembuatan yang sangat tinggi. Selain itu, tas ini diproduksi di Perancis dan dibuat oleh pengrajin berpengalaman dari Eropa dan Amerika. Bahan yang digunakan juga sangat mahal. Produk-produknya juga masih dijahit dengan menggunakan tangan atau mesin jahit biasa.

Lebih lanjut, produk Louise Vuitton ternyata hanya dibuat sedikit saja alias terbatas. Itu membuat harganya semakin lama semakin mahal. Membuat persediaan yang terbatas juga sengaja dilakukan oleh perusahaan untuk mencegah tas dijual dengan harga murah atau didiskon. Louise Vuitton menjadi satu-satunya merek yang tidak pernah menjual barangnya dengan harga diskon.

Namun, tingginya harga sebuah tas Louise Vuitton ini menyebabkan produk menjadi barang yang paling banyak ditargetkan untuk ditiru pada tahun 2018. Louise Vuitton menduduki posisi pertama dari 10 merek mewah yang paling banyak ditiru pada tahun 2018. Di belakangnya ada Gucci, Chanel, Prada, Coach, Burberry, Fendi, Celine, Hermes dan Saint Laurent.

Baca Juga :Merek Besar Louis Vuitton Lahir dari Pengangguran Super Melarat

Pada tahun 2019, Louise Vuitton mencakup 50,9% dari produk yang paling banyak ditiru di dunia. Sementara Gucci ada di posisi kedua dengan 13,5% bagian, dan selanjutnya ada channel dengan 12,3%. Sisanya, sebanyak 23,4% dipegang oleh merek lainnya.

Para ahli menyebut alasan mengapa Louis Vuitton menjadi produk yang paling banyak ditiru adalah karena brand ini tetap sama dari 150 tahun lalu, membuat orang-orang mudah untuk membuat barang palsu yang tidak terlalu jauh dari aslinya. Namun begitu, strategi Louis Vuitton untuk menarik pelanggan sangat kuat, membuatnya terus disukai dan dicari. Louise Vuitton juga terus memasarkan produknya ke berbagai negara di seluruh dunia.

Strategi ini cukup sukses di China, salah satu pasar paling penting bagi Louise Vuitton. Merek ini pertama kali memasuki China pada tahun 1992 dan menjadi merek mewah asing pertama yang mendirikan toko fisik di China.

Kesuksesan Louise Vuitton juga tidak lepas dari peran Bernard Arnold yang menjabat sebagai CEO dari LVMH. Pada saat itu, China juga sedang mengalami pertumbuhan ekonomi yang pesat di mana banyak warga middle class yang semakin kaya dan memiliki pendapatan yang lebih tinggi. Hal itu membuat China menjadi pasar yang cukup menjanjikan untuk merek mewah.

Pada 2018, pembelian produk mewah Global mencapai US$ 115 miliar. Sepertiga belanja global ada di China. Tingginya permintaan di China juga membuat harga produk menjadi lebih mahal di Negeri Tirai Bambu. Misalnya saja Louise Vuitton, harganya di China bisa 21% lebih mahal daripada harga penjualan rata-rata global.

tas tas

Merek Besar Louis Vuitton Lahir dari Pengangguran Super Melarat – Berdiri sejak 1854, siapa yang tak kenal produk dan merek Louis Vuitton (baca: Lui Vitong) yang sudah melanglang hampir ke seluruh pelosok dunia. Merek besar asal Paris ini telah melahirkan sejumlah produk fashion termewah di dunia.

Salah satu produk fashion terpopuler dan termahal yang pernah diluncurkan Louis Vuitton adalah Kusama Pumpkin Minaudiere yang dibandrol hingga US$ 133.400 atau setara Rp 1,57 miliar. Meski harganya melambung tinggi, lima tas karya desainer ternama Yayoi Kusama itu terjual habis. Popularitasnya memang tak diragukan lagi. Meski demikian, masih jarang yang tahu, merek besar dan termahal di dunia itu lahir dari nama seorang pemuda miskin yang bahkan tak punya pekerjaan. Inovasi si pemuda miskin bernama Louis Vuitton itu berhasil menyuburkan produk-produknya hingga sekarang. Bagaimana lika-liku perjalanan perusahaan Louis Vuitton hingga mampu memproduksi salah satu tas termahal di dunia? Apa yang membuat harga tas tersebut mencapai angka miliaran rupiah?

Berikut kisahnya seperti dikutip dari The Richest, The Born Rich, dan situs resmi Louis Vuitton serta berbagai sumber lainnya

Louis Vuitton, merek besar yang lahir dari nama pemuda miskin

Kebesaran merek fashion Louis Vuitton di mata dunia pasti membuat para penggunanya tak pernah menyangka, nama tersebut lahir dari seorang remaja super miskin tanpa pekerjaan. Tak tahan dengan kehidupannya di perbatasan Prancis, Louis Vuitton yang lahir pada 1821 mengungsi ke beberapa tempat sejak usia 14 tahun. Vuitton merupakan pemuda super miskin yang bekerja serabutan demi mencukupi kehidupannya sehari-hari. Dua tahun kemudian, dia tiba di Paris dan melamar di sebuah pabrik pembuat koper dan peti barang, Mosieur Marechal.

Dia mengabdi selama 17 tahun di perusahaan tersebut. Pengalaman bertahun-tahun yang diperolehnya lebih dari cukup untuk membekalinya mendirikan bisnis koper sendiri. Dia sangat paham apapun yang diperlukan para wisatawan. Pada 1854, dia pun mendirikan toko pertamanya bernama Louis Vuitton Malletier (Louis Vuitton si pembuat koper). Inovasi Vuitton terus membuat tas koper buatannya semakin moderen. Pola dan karyanya yang unik dan berbeda membuat produknya populer di kalangan selebritis dan keluarga kekaisaran.

Pada 1888, dia mulai mematenkan namanya dengan membuat lambang L dan V sebagai tanda merek besar Louis Vuitton.

Louis Vuitton, merek paling mahal di dunia

Nomor satu dalam jajaran merek barang mewah adalah Louis Vuitton. Harga mereknya diprediksi mencapai US$ 23,58 miliar. Melihat harganya, hingga beberapa tahun ke depan, tak akan ada satu merek pun yang mampu menandingi mahalnya nilai merek Louis Vuitton.

Saat ini, merek yang dilahirkan Louis Vuitton ini merupakan yang terbaik di Prancis. Merek ini telah melanglang ke lebih dari 60 negara di duni. Terdapat lebih dari 500 butik yang telah dibangun di beberapa negara tersebut. Merek yang telah resmi berdisi sejak 1854 itu, hingga saat ini masih sangat terkenal di antara berbagai produk mewah lainnya. Berbagai desain inovatif yang terus diluncurkan Louis Vuitton dan keturunannya bahkan membuat merek tersebut menjadi merek paling mahal di dunia.

Tas pertama Louis Vuitton lahir setelah Vuitton wafat

Merek Louis Vuitton semakin besar dan elegan di kalangan selebritis dan bangsawan berkat inovasi tanpa henti yang dikembangkan pemiliknya. Usai pendirinya, Vuitton wafat pada 1892, sang anak, Georges terjun meneruskan bisnis keluarga tersebut.

Georges sukses melebarkan sayap bisnis fashion tersebut hingga ke berbagai negara di pelosok dunia. Di tahun yang sama dengan waktu tutup usia Vuitton, perusahaan mulai merancang dan menjual tas. Pada 1991, keluarga Vuitton merancang tas `Stemer` yang sangat terkenal. Stemer merupakan leluhur koper bertekstur lembut yang digunakan hingga sekarang. Awalnya tas tersebut berfungsi untuk menyimpan pakaian tapi akhirnya banyak orang menggemarinya.

Siapa sangka, tas rancangannya justru menjadi ikon utama di antara produk-produk fashion Louis Vuitton lainnya. Tas-tas produksinya yang teramat populer berhasil membawa nama Louis Vuitton hingga sekarang.

Baca Juga : Fakta Tas OLED Louis Vuitton Touchscreen

Tas Paling Mahal yang Dijual Louis Vuitton

Kusama Pumpkin Minaudiere merupakan tas paling mahal yang diproduksi Louis Vuitton. Hargannya melambung tinggi hingga US$ 133.400 atau setara Rp 1,57 miliar. Tingginya harga tas tersebut karena jumlah produksinya yang sangat terbatas. Sepanjang sejarah, perancangnya yang populer Yayoi Kusama hanya memproduksi lima tas serupa. Lebih dari itu, tas tersebut terbuat dari emas murni, manik-manik hitam super mahal, serta kombinasi logam-logam terbaik di dunia.

Tak heran, Louis Vuitton membrandolnya dengan harga super mahal. Tas mewah lain yang dijual Louis Vuitton adalah Coquille d’Oeuf Minaudiere seharga US$ 101.000 atau setara Rp 1,19 miliar. Tas tersebut dikenalkan pada 2012. Mewahnya tas itu merupakan hasil kerja sama perusahaan dengan direktur kreatifnya, Marc Jacobs. Namanya yang terkenal di dunia fashion membantu mengarahkan visi artistik perusahaan.

Cuma 1% merek asli Louis Vuitton yang beredar di pasaran, sisanya palsu

Motif khas Louis Vuitton, gambar bunga asal Jepang, telah identik dengan kemewahan sejak pertama kali diperkenalkan pada 1896. Tak hanya motifnya yang khas, Vuitton juga menggunakan logo monogram di semua produknya termasuk tas-tasnya. Awalnya, logo monogram itu diciptakan guna mencegah pemalsuan dari perusahaan desainer tas lainnya di Paris. Ironisnya, logo tersebut justru mudah ditiru dan merupakan logo yang paling banyak ditiru sepanjang sejarah fashion.

Bayangkan saja, dari semua produk Louis Vuitton yang beredar di pasaran, hanya 1% merek yang dianggap otentik dan asli diluncurkan perusahaan asal Paris tersebut. Logo tersebut dengan cepat menyebar ke berbagai penjuru dunia, baik lewat penjelajah, pelayar dan wisatawan asing yang bertandang ke Paris.Di Indonesia, pemandangan masyarakat biasa menenteng tas dan dompet bermotif persis seperti logo Louis Vuitton juga sering terlihat. Peluang memalsukan logo tersebut banyak dimanfaatkan para pedagang yang ingin meraup untung dari masyarakat yang ingin terlihat bergaya hidup mewah.

Meski begitu, Louis Vuitton tetap menjadi salah satu lambang kemewahan dan kehidupan glamor baik di kalangan selebritis dunia, sosialita, pejabat, maupun masyarakat kelas atas lainnya.

Fakta Tas OLED Louis Vuitton Touchscreen Fakta Tas OLED Louis Vuitton Touchscreen

Fakta Tas OLED Louis Vuitton Touchscreen – Mungkin anda sudah pernah membaca artikel serupa atau sejenis,tapi artikel ini berbeda karena sudah kami ambil dari sumber terpercaya , berikut fakta tas OLED Louis Vuitton touchscreen dengan panduan fashion dan teknologi.

Gadget fleksibel kini semakin banyak dirilis oleh sejumlah perusahaan yang bergerak di bidang teknologi. Setelah smartphone lipat, laptop dengan layar lipat, kini terciptalah tas dengan layar OLED lengkung.

Tas dengan teknologi canggih tersebut diusung oleh fashion brand ternama Louis Vuitton (LV). Penasaran dengan tas “dari masa depan” tersebut? Berikut fakta-faktanya!

1. Masih dalam bentuk prototipe

Tas OLED LV masih belum dirilis secara resmi karena dalam tahap pengembangan. Desain yang digunakan sangat khas, yaitu berwarna cokelat dengan corak LV yang menghiasinya. Prototipe tersebut dipamerkan pada peragaan Cruise 2020 di New York, Amerika Serikat.

2. Ada dua macam desain tas yang dipamerkan

Sejauh ini LV menunjukkan dua macam desain dari tas OLED tersebut. Yang pertama adalah bucket bag yang memiliki satu layar di masing-masing sisi. Desain kedua adalah hand bag dengan dua layar yang sejajar.

3. Dijuluki “Canvas of the Future”

Untuk pertama kalinya Louis Vuitton memperkenalkan tas yang berbeda dari yang biasa mereka buat. Dijuluki “Canvas of the Future” karena tas tersebut merupakan penggabungan antara “kerajinan” dan teknologi.

4. Layar tas menampilkan gambar bergerak

Saat dipamerkan, layar full-color melengkung tersebut memperlihatkan gambar bergerak dari sebuah kota. Gambar memiliki warna meriah dan kontras yang tinggi. Layar tersebut memiliki resolusi sebesar 1920 x 1440. Selain itu dikabarkan bahwa LV menggunakan fitur layar sentuh untuk layar tersebut.

Baca Juga:Lokasi Pertama Pameran Global Louis Vuitton di Wuhan 

5. Louis Vuitton bekerja sama dengan Royole

Royole adalah perusahaan startup asal China yang pertama kali merilis smartphone dengan layar yang bisa dilipat. Perusahaan tersebut yang memasok layar untuk tas futuristik LV. Royole ternyata pernah membuat inovasi serupa, yaitu tas yang memiliki layar.

6. Louis Vuitton belum memberikan informasi lebih mengenai tas tersebut

Publik masih belum mengetahui detail informasi dari tas yang baru berupa prototipe tersebut. Baik terkait dengan kapan diluncurkan ke pasar, bagaimana cara mengoperasikan layar, terlebih lagi harganya.

7. Prediksinya, layar tersebut dapat dioperasikan secara interaktif

Karena menggunakan fitur layar sentuh, banyak yang memprediksi bahwa layar yang tersemat bukan sekadar hiasan. Pengguna kemungkinan dapat mengganti-ganti tampilannya.

Lokasi Pertama Pameran Global Louis Vuitton di Wuhan  Lokasi Pertama Pameran Global Louis Vuitton di Wuhan 

Lokasi Pertama Pameran Global Louis Vuitton di Wuhan – Berikutnya kami akan memberi artikel terpercaya yang sudah kami ringkas dan buat seringan mungkin, agar bisa dibaca oleh segala kalangan,berikut mengenai lokasi pertama pameran global Louis Vuitton.

Merek mewah Louis Vuitton memilih kota Wuhan, Tiongkok sebagai perhentian pertama pameran global bertajuk “See LV.” Sebagaimana diketahui, ibu kota Provinsi Hubei tersebut jadi perhatian dunia sebagai tempat pertama kali teridentifikasinya virus SR-CoV-2, awal tahun ini.

Melansir laman South China Morning Post, Selasa (3/11/2020), setelah melalui salah satu aturan penguncian paling ketat di dunia, kehidupan di Wuhan berangsur normal, dengan bisnis dibuka kembali dan orang-orang menjalani keseharian.

Dalam pengumuman perihal pameran global, Louis Vuitton menyebut Wuhan sebagai salah satu kota terpenting di China dan kaya akan warisan budaya, juga sejarah. Keputusan ini disebut-sebut sebagai tanda kepercayaan dalam pemulihan pascapandemi dan penempatan pasar barang mewah.

Sebagai pasar terbesar barang mewah di dunia, Tiongkok sangat penting bagi merek-merek kelas atas, seperti Louis Vuitton, yang aktif dalam menarik konsumen. Sebelum pandemi, pembeli barang mewah cenderung melakukan sebagian besar pembelian dalam perjalanan ke ibu kota mode Eropa, seperti Paris, Milan dan London.

Tapi, sejak China menutup perbatasan dan dengan berbagai negara memberlakukan larangan perjalanan, kebiasaan belanja tersebut beralih ke dalam negeri. Sementara merek-merek mewah telah berjuang di pasar yang digerakkan turis seperti Prancis, Italia, Singapura dan Hong Kong, mereka berkembang pesat di Cina daratan.

Permintaan akan barang-barang mewah tersebut, termasuk sejumlah produk Louis Vuitton, bahkan telah memunculkan istilah belanja balas dendam.

Baca Juga:Rahasia Dibalik Mahalnya Tas Louis Vuitton

Gratis untuk Umum
Pameran Global Louis Vuitton di Wuhan, See LV, telah dibuka pada 31 Oktober 2020. Penyelenggaraannya terjadwal hingga 6 Desember 2020 mendatang.

Gratis untuk umum, pameran ini mengeksplorasi 160 tahun sejarah rumah mode asal Prancis tersebut. Ceritanya berawal dari hari-hari awal sebagai pembuat bagasi di Paris hingga pembangkit tenaga listrik yang telah identik dengan kemewahan modern.

Lewat sederet foto yang beredar di jagat maya, tampak juga beragam model tas Louis Vuitton dengan desain ikonis. Juga, koleksi sejumlah busana yang menandai pentingnya perjalanan Louis Vuitton sebagai salah satu merek mewah dunia.

Rahasia Dibalik Mahalnya Tas Louis Vuitton Rahasia Dibalik Mahalnya Tas Louis Vuitton

Rahasia Dibalik Mahalnya Tas Louis Vuitton – Beberapa artikel yang akan kami berikan adalah artikel yang kami rangkum dari sumber terpercaya, berikut ini beberapa artikel yang membahas mengenai rahasia dibalik kemahalan tas brand lv.

Perjalanan sebuah brand untuk berada seperti Louis Vuitton sepertinya sangat sulit. Tercatat, Louis Vuitton sudah menjadi merek termahal di dunia dengan penilaian merek yang mencapai USD32,223 miliar dan pertumbuhan 14% dari tahun ke tahun. Selain LV, Gucci tercatat sebagai merek mewah dengan pertumbuhan tercepat di dunia, dengan tingkat pertumbuhan 23%.

Data tersebut disampaikan oleh perusahaan konsultan pemasaran Interbrand yang merilis daftar merek global teratas selama tahun 2019.

Untuk memperkirakan penghasilan suatu merek, Interbrand pun menganalisis kinerja keuangan atau layanan suatu merek, peran yang dimiliki suatu merek dalam keputusan pembelian, dan kekuatan kompetitif suatu merek dibandingkan dengan merek lain dalam sektornya.

Hasilnya seorang analisis menemukan bahwa sembilan perusahaan mewah teratas memiliki nilai merek gabungan sekitar USD117,784 miliar.

Adapun Louis Vuitton pertama kali dibuat pada tahun 1837 oleh seorang pria Perancis bernama Louise Vuitton. Tahun-tahun itu Louise Vuitton yang berasal dari kota Anchay, Prancis, ini membuka toko pertamanya di Paris.

Baca Juga:Meja Foosball Louis Vuitton

Tahun 1858 merupakan produk pertama yang dibuat oleh Louis Vuitton yakni sebuah travel bag atau koper dengan desain yang ringan, tahan lama dan kedap air. Dan pada tahun 1896 George Vuitton, anak dari Louis Vuitton, menciptakan monogram iconic Louise Vuitton serta patern bunga yang kini menjadi logo kebanggaan LV. Itu ia ciptakan untuk menghormati mendiang ayahnya yang meninggal pada tahun 1892.

Tas Louis Vuitton sejak didirikan memang kerap dipakai oleh bangsawan Perancis di tahun 1800-an sehingga merek tersebut hingga kini menjadi merek mewah yang dipakai oleh banyak model dunia. Bahkan sekarang ini Louis Vuitton bernilai US$47 miliar dolar dan sudah memiliki banyak produk dari tas, baju, sepatu, perhiasan hingga toilet. Serta logo LV pun kian melekat dengan kesan mewah.

Adapun alasan di balik tas bermerek ini sangat mahal karena mereka memiliki biaya pembuatan yang sangat tinggi. Mereka juga memproduksi langsung di Perancis dan dibuat oleh para pengrajin yang berpengalaman dari Eropa dan Amerika. Serta bahan yang mereka gunakan juga sangat mahal dan masih ada yang dijahit tangan atau mesin jahit biasa.

Karena itulah produk Louis Vuitton hanya dibuat sedikit alias terbatas sehingga itu yang membuat harganya kian mahal. Dengan persediaan yang terbatas, LV juga sengaja agar tidak menjual tas dengan murah atau harga diskon. Sehingga membuat Louis Vuitton menjadi satu-satunya merek yang tak pernah menjual barangnya dengan harga diskon.

Meja Foosball Louis Vuitton Meja Foosball Louis Vuitton

Meja Foosball Louis Vuitton – Kali ini lvbags akan membahas tentang rilisan barang baru dari brand lv yaitu meja foosball yang dikabarkan dijual dengan harga 1,2 miliar. Berikut ini merupakan artikel yang membahas tentang mejad foosball dari brand lv.

Di bagian lubang tempat keluarnya bola, ada ukiran nama merek didesain melingkar.

Sedangkan untuk bagian gagang yang berfungsi menggerakkan pemain, desainnya terlihat ramping dan dilapisi kulit sapi.

Kemudian di bagian penghitungan poin, desain monogram dan ukiran khas LV menjadi pilihan.
Kesan elegan terlihat di bagian sisi meja yang didominasi oleh warna coklat dan putih .

Lalu, di salah satu sisinya terdapat logo LV.

Dengan desain yang menawan, meja foosball ini dibanderol dengan harga 87 ribu dollar AS atau mencapai lebih dari Rp 1,2 miliar.

Bagi kolektor yang lebih menyukai tampilan berwarna, LV juga menawarkan desain meja foosball dengan pilihan warna cyan -biru kehijauan, fuschia -merah jambu keunguan, dan pistachio -kuning pucat kehijauan.

Warna-warna tersebut pernah digunakan LV era 1920-an untuk koleksi kopernya.

Material pada meja foosball ini menggunakan epi leather yang tahan lama, sama seperti produk LV lainnya.

Menariknya, kulit didesain bergelombang dengan pola horizontal.

Baca Juga :Kisah Louis Vuitton dan Tifannya & Co

Namun berbeda dengan varian sebelumnya, meja foosball yang menawarkan beberapa warna ini dijual “sedikit” lebih mahal, yakni 87.500 dollar AS, alias terpaut sekitar Rp 7,5 juta dari versi pertama.

Selain itu, LV juga menawarkan pilihan lain yang harganya lebih murah, yaitu meja foosball berbahan kanvas yang dijual dengan harga 71 ribu dollar AS atau sekitar Rp 1 miliar.

Di lihat dari segi bentuknya, meja foosball ini tak jauh berbeda dengan yang sebelumnya.

Namun pada bagian sisinya didesain menggunakan motif monogram khas LV yang ikonik berbahan kanvas.

Sementara itu, sentuhan aksen warna emas membuat meja ini tidak kalah elegan bila dibandingkan dengan varian lainnya.

 

Artikel diatas merupakan artikel yang membahas tentang  barang kelauran baru dari brand lv yaitu meja foosball yang dijual dengan harga yang sangat fantastis yaitu seharga 1,2 miliar.

Kisah Louis Vuitton dan Tifannya & Co Kisah Louis Vuitton dan Tifannya & Co

Kisah Louis Vuitton dan Tifannya & Co – Berikut ini merupakan artikel yang membahas tentang kisah bisnia louis vuitton dan tifanny & co yang berawal dari cinta dan menjadi benci.

Tiffany & Co. (dikenal sehari-hari sebagai Tiffany atau Tiffany) adalah perusahaan ritel perhiasan dan barang-barang antik Amerika Serikat yang bermarkas di Kota New York. Perusahaan ini menjual dan menyediakan perhiasan, perak, porselen, kristal, alat tulis, wewangian, botol air, jam tangan dan aksesoris pribadi, serta beberapa barang kulit.

Tiffany terkenal dengan barang-barang mewahnya dan terkenal dengan berlian dan perhiasan peraknya. Perusahaan ini memasarkan dirinya sebagai salah satu standar gaya seni kontemporer. Banyak dari barang-barang ini dijual di toko-toko Tiffany banyak menyebar di seluruh dunia, serta melalui surat langsung dan kontrak kerja sama dengan perusahaan dan pemerintah lain.

Raksasa produk fesyen mewah asal Perancis, Louis Vuitton (LVMH) dan Tiffany & Co kini saling membenci dari yang sebelumnya saling mencinta. Hal itu terjadi setelah rencana akuisisi dibatalkan. Kedua perusahaan pun saling menuntut.

Melansir BBC, Rabu (30/9/2020) LVMH pernah mengatakan bahwa Tiffany berdiri untuk cinta, tetapi sekarang perusahaan perhiasan di New York ini dianggap salah kelola dengan prospek yang suram.

Pemilik Louis Vuitton mengaku menggugat balik Tiffany dalam kasus pembatalan akuisisi senilai US$ 16,2 miliar. LVMH menilai perusahaan perhiasan tersebut bukan lagi bisnis yang disepakati untuk dibeli.

Meski demikian, pihak Tiffany mengatakan, argumen spekulatif pihak LVMH merupakan upaya untuk tidak membayar US$ 135 per saham yang telah disepakati pada proses akuisisi.

Tiffany sendiri sudah mengajukan gugatan terhadap LVMH setelah perusahaan membatalkan kesepakatan akuisisi yang awalnya bisa terjadi di November.

Baca Juga :Louis Vuitton Keluarkan Face Shield

“Argumen LVMH adalah upaya terang-terangan lainnya untuk menghindari kewajiban kontraknya untuk membayar harga yang disepakati untuk Tiffany,” kata Ketua Tiffany, Roger Farah.

Dalam tuntutan, LVMH mengatakan ada lima petinggi Tiffany yang menerima bonus US$ 100 juta jika kesepakatan akuisisi dilanjutkan.

“Bisnis yang diusulkan LVMH untuk diakuisisi pada November 2019 tidak lagi ada,” kata LVMH dalam dokumen pengadilan.

LVMH awalnya menawarkan US$ 120 per saham untuk Tiffany atau sebelum dinaikkan menjadi US$ 135 per saham. Sejak itu, harga saham Tiffany turun dan sekarang diperdagangkan pada kisaran US$ 116,44 per saham.