harga tas louis vuitton made in france

1 1

Cara Mudah untuk Membedakan Louis Vuitton Asli dan Palsu – Tas branded merek LV merupakan salah satu brand terkenal yang cukup diminati oleh para pecinta fashion- fashion mahal. Tas LV memiliki banyak sekali jenis dan variasinya. Namun sayang, karena ketenaran produk ini, Menjadikan tas ini banyak di produksi secara KW atau palsu. Berikut adalah cara untuk membedakan tas Louis Vuitton

1. Warna
Hal paling mudah untuk membedakan barang asli dan palsu adalah dengan melihat warnanya. Tas LV asli, memiliki warna yang lebih gelap. Sedangkan LV palsu warnanya lebih cenderung kekuning-kuningan.

2. Bentuk Zipper
Zipper atau resleting pun terlihat berbeda. Zipper lansiran LV asli, terlihat lebih besar dan mengkilap, berbeda dengan barang yang palsu.
“Yang asli, gagang zipper-nya lebih terlihat besar dan berbobot (berat), kalau palsu gagangya kecil dan ringan. LV asli itu mengkilapnya berbeda,” jelas Effi.

3. Jahitan
Dari segi jahitan, LV asli tidak akan pernah memotong bentuk logo. Meski terhalangi oleh lipatan, LV asli akan tetap menyambung bentuk logo dan tak serta-merta dibuat secara asal. “Craftsmanship LV itu percision ya, logonya akan selalu nyambung dan tidak akan tercerai berai,” lanjut wanita yang hobi mengoleksi tas branded ini.

4. Launch Code
Pada beberapa kasus, LV palsu akan menunjukan data code yang salah.

“Contohnya, sebenarnya ini tas keluar tahun 2009, tapi di barang KW tertera 2007,” sambungnya.
Namun tak jarang, data code pada barang KW persis sama dengan produk aslinya. Sehingga sulit dibedakan jika tidak ada pembandingnya.

Baca Juga : Inilah Alasan Kenapa Harga Merk Louis Vuitton Mahal

5. Bobot atau berat

Dalam penjelasan Effi, LV asli akan terasa lebih berat dibandingkan dengan LV KW. Oleh karena itu, untuk mengetahui soal bobot memang diperlukan pembanding. Terakhir, kulit dari LV palsu akan gampang terkelupas, jahitan palsu juga mudah untuk terbuka.

6. Logo

Logo pada tas LV yang palsu, jalur jahitannya tidak rapi, bahkan logo dari tas terpotong oleh alur jahitan di bagian tepi. Jahitan juga tampak tidak tersambung, jadi tampak seperti terputus. Sebagai tambahan, ada unsur warna yang cenderung kurang menarik pada tas tersebut. Maka bisa dipastikan, bahwa tas LV tersebut adalah palsu.

Produk asli tas LV, penempatan logonya benar-benar simetris. Logo tersebut membulat seperti huruf “O”. Selain itu, untuk jenis tas satu warna, bagian dalam tas LV dibuat dari bahan kanvas yang berwarna cokelat, dihiasi dengan logo dari kuningan.

Sejak puluhan tahun lalu, tas ini sudah memiliki kode tanggal yang dicetak di bahan kulit di luar. Namun, tas LV yang dibuat di Amerika Serikat, sedikit berbeda dengan tas LV yang dibuat di tempat lain, misalnya Prancis, Spanyol dan Italia. Perbedaan tersebut bisa dari kualitasnya, bisa juga dari material yang digunakan.

lv lv

Inilah Alasan Kenapa Harga Merk Louis Vuitton Mahal – LV adalah salah satu merek tas yang harganya sangat mahal. LV memiliki jenis yang beragam, seri terbaru dari LV biasanya di bandrol dengan harga miliaran rupiah loh. Harga yang begitu mahal bukanlah hal semata, berikut adalah ulasan mengapa harga LV sangat mahal.

Pada tahun 1858 produk pertama dibuat, yaitu sebuah travel bag atau koper dengan desain yang ringan, tahan lama serta kedap air. Pada tahun 1896 George Vuitton, anak dari Louise Vuitton, menciptakan monogram iconic Louise Vuitton serta patern bunga yang kini menjadi logo kebanggaan LV. Itu diciptakan untuk menghormati mendiang ayahnya yang meninggal pada tahun 1892.

Sejak didirikan, tas Louise Vuitton kerap kali dipakai oleh bangsawan Perancis di tahun 1800-an dan merek itu hingga kini terus menjadi merek mewah yang dipakai oleh banyak model di dunia modern saat ini.

Sekarang ini produknya sudah banyak dan logo LV telah banyak dipakai di berbagai produk mulai dari tas, baju, sepatu, perhiasan hingga toilet. Saat ini Louis Vuitton bernilai US$ 47 miliar dolar.

Alasan kenapa tas merek ini sangat mahal adalah karena memiliki biaya pembuatan yang sangat tinggi. Selain itu, tas ini diproduksi di Perancis dan dibuat oleh pengrajin berpengalaman dari Eropa dan Amerika. Bahan yang digunakan juga sangat mahal. Produk-produknya juga masih dijahit dengan menggunakan tangan atau mesin jahit biasa.

Lebih lanjut, produk Louise Vuitton ternyata hanya dibuat sedikit saja alias terbatas. Itu membuat harganya semakin lama semakin mahal. Membuat persediaan yang terbatas juga sengaja dilakukan oleh perusahaan untuk mencegah tas dijual dengan harga murah atau didiskon. Louise Vuitton menjadi satu-satunya merek yang tidak pernah menjual barangnya dengan harga diskon.

Namun, tingginya harga sebuah tas Louise Vuitton ini menyebabkan produk menjadi barang yang paling banyak ditargetkan untuk ditiru pada tahun 2018. Louise Vuitton menduduki posisi pertama dari 10 merek mewah yang paling banyak ditiru pada tahun 2018. Di belakangnya ada Gucci, Chanel, Prada, Coach, Burberry, Fendi, Celine, Hermes dan Saint Laurent.

Baca Juga :Merek Besar Louis Vuitton Lahir dari Pengangguran Super Melarat

Pada tahun 2019, Louise Vuitton mencakup 50,9% dari produk yang paling banyak ditiru di dunia. Sementara Gucci ada di posisi kedua dengan 13,5% bagian, dan selanjutnya ada channel dengan 12,3%. Sisanya, sebanyak 23,4% dipegang oleh merek lainnya.

Para ahli menyebut alasan mengapa Louis Vuitton menjadi produk yang paling banyak ditiru adalah karena brand ini tetap sama dari 150 tahun lalu, membuat orang-orang mudah untuk membuat barang palsu yang tidak terlalu jauh dari aslinya. Namun begitu, strategi Louis Vuitton untuk menarik pelanggan sangat kuat, membuatnya terus disukai dan dicari. Louise Vuitton juga terus memasarkan produknya ke berbagai negara di seluruh dunia.

Strategi ini cukup sukses di China, salah satu pasar paling penting bagi Louise Vuitton. Merek ini pertama kali memasuki China pada tahun 1992 dan menjadi merek mewah asing pertama yang mendirikan toko fisik di China.

Kesuksesan Louise Vuitton juga tidak lepas dari peran Bernard Arnold yang menjabat sebagai CEO dari LVMH. Pada saat itu, China juga sedang mengalami pertumbuhan ekonomi yang pesat di mana banyak warga middle class yang semakin kaya dan memiliki pendapatan yang lebih tinggi. Hal itu membuat China menjadi pasar yang cukup menjanjikan untuk merek mewah.

Pada 2018, pembelian produk mewah Global mencapai US$ 115 miliar. Sepertiga belanja global ada di China. Tingginya permintaan di China juga membuat harga produk menjadi lebih mahal di Negeri Tirai Bambu. Misalnya saja Louise Vuitton, harganya di China bisa 21% lebih mahal daripada harga penjualan rata-rata global.

Lokasi Pertama Pameran Global Louis Vuitton di Wuhan  Lokasi Pertama Pameran Global Louis Vuitton di Wuhan 

Lokasi Pertama Pameran Global Louis Vuitton di Wuhan – Berikutnya kami akan memberi artikel terpercaya yang sudah kami ringkas dan buat seringan mungkin, agar bisa dibaca oleh segala kalangan,berikut mengenai lokasi pertama pameran global Louis Vuitton.

Merek mewah Louis Vuitton memilih kota Wuhan, Tiongkok sebagai perhentian pertama pameran global bertajuk “See LV.” Sebagaimana diketahui, ibu kota Provinsi Hubei tersebut jadi perhatian dunia sebagai tempat pertama kali teridentifikasinya virus SR-CoV-2, awal tahun ini.

Melansir laman South China Morning Post, Selasa (3/11/2020), setelah melalui salah satu aturan penguncian paling ketat di dunia, kehidupan di Wuhan berangsur normal, dengan bisnis dibuka kembali dan orang-orang menjalani keseharian.

Dalam pengumuman perihal pameran global, Louis Vuitton menyebut Wuhan sebagai salah satu kota terpenting di China dan kaya akan warisan budaya, juga sejarah. Keputusan ini disebut-sebut sebagai tanda kepercayaan dalam pemulihan pascapandemi dan penempatan pasar barang mewah.

Sebagai pasar terbesar barang mewah di dunia, Tiongkok sangat penting bagi merek-merek kelas atas, seperti Louis Vuitton, yang aktif dalam menarik konsumen. Sebelum pandemi, pembeli barang mewah cenderung melakukan sebagian besar pembelian dalam perjalanan ke ibu kota mode Eropa, seperti Paris, Milan dan London.

Tapi, sejak China menutup perbatasan dan dengan berbagai negara memberlakukan larangan perjalanan, kebiasaan belanja tersebut beralih ke dalam negeri. Sementara merek-merek mewah telah berjuang di pasar yang digerakkan turis seperti Prancis, Italia, Singapura dan Hong Kong, mereka berkembang pesat di Cina daratan.

Permintaan akan barang-barang mewah tersebut, termasuk sejumlah produk Louis Vuitton, bahkan telah memunculkan istilah belanja balas dendam.

Baca Juga:Rahasia Dibalik Mahalnya Tas Louis Vuitton

Gratis untuk Umum
Pameran Global Louis Vuitton di Wuhan, See LV, telah dibuka pada 31 Oktober 2020. Penyelenggaraannya terjadwal hingga 6 Desember 2020 mendatang.

Gratis untuk umum, pameran ini mengeksplorasi 160 tahun sejarah rumah mode asal Prancis tersebut. Ceritanya berawal dari hari-hari awal sebagai pembuat bagasi di Paris hingga pembangkit tenaga listrik yang telah identik dengan kemewahan modern.

Lewat sederet foto yang beredar di jagat maya, tampak juga beragam model tas Louis Vuitton dengan desain ikonis. Juga, koleksi sejumlah busana yang menandai pentingnya perjalanan Louis Vuitton sebagai salah satu merek mewah dunia.