harga tas lv asli di plaza indonesia

1 1

Cara Mudah untuk Membedakan Louis Vuitton Asli dan Palsu – Tas branded merek LV merupakan salah satu brand terkenal yang cukup diminati oleh para pecinta fashion- fashion mahal. Tas LV memiliki banyak sekali jenis dan variasinya. Namun sayang, karena ketenaran produk ini, Menjadikan tas ini banyak di produksi secara KW atau palsu. Berikut adalah cara untuk membedakan tas Louis Vuitton

1. Warna
Hal paling mudah untuk membedakan barang asli dan palsu adalah dengan melihat warnanya. Tas LV asli, memiliki warna yang lebih gelap. Sedangkan LV palsu warnanya lebih cenderung kekuning-kuningan.

2. Bentuk Zipper
Zipper atau resleting pun terlihat berbeda. Zipper lansiran LV asli, terlihat lebih besar dan mengkilap, berbeda dengan barang yang palsu.
“Yang asli, gagang zipper-nya lebih terlihat besar dan berbobot (berat), kalau palsu gagangya kecil dan ringan. LV asli itu mengkilapnya berbeda,” jelas Effi.

3. Jahitan
Dari segi jahitan, LV asli tidak akan pernah memotong bentuk logo. Meski terhalangi oleh lipatan, LV asli akan tetap menyambung bentuk logo dan tak serta-merta dibuat secara asal. “Craftsmanship LV itu percision ya, logonya akan selalu nyambung dan tidak akan tercerai berai,” lanjut wanita yang hobi mengoleksi tas branded ini.

4. Launch Code
Pada beberapa kasus, LV palsu akan menunjukan data code yang salah.

“Contohnya, sebenarnya ini tas keluar tahun 2009, tapi di barang KW tertera 2007,” sambungnya.
Namun tak jarang, data code pada barang KW persis sama dengan produk aslinya. Sehingga sulit dibedakan jika tidak ada pembandingnya.

Baca Juga : Inilah Alasan Kenapa Harga Merk Louis Vuitton Mahal

5. Bobot atau berat

Dalam penjelasan Effi, LV asli akan terasa lebih berat dibandingkan dengan LV KW. Oleh karena itu, untuk mengetahui soal bobot memang diperlukan pembanding. Terakhir, kulit dari LV palsu akan gampang terkelupas, jahitan palsu juga mudah untuk terbuka.

6. Logo

Logo pada tas LV yang palsu, jalur jahitannya tidak rapi, bahkan logo dari tas terpotong oleh alur jahitan di bagian tepi. Jahitan juga tampak tidak tersambung, jadi tampak seperti terputus. Sebagai tambahan, ada unsur warna yang cenderung kurang menarik pada tas tersebut. Maka bisa dipastikan, bahwa tas LV tersebut adalah palsu.

Produk asli tas LV, penempatan logonya benar-benar simetris. Logo tersebut membulat seperti huruf “O”. Selain itu, untuk jenis tas satu warna, bagian dalam tas LV dibuat dari bahan kanvas yang berwarna cokelat, dihiasi dengan logo dari kuningan.

Sejak puluhan tahun lalu, tas ini sudah memiliki kode tanggal yang dicetak di bahan kulit di luar. Namun, tas LV yang dibuat di Amerika Serikat, sedikit berbeda dengan tas LV yang dibuat di tempat lain, misalnya Prancis, Spanyol dan Italia. Perbedaan tersebut bisa dari kualitasnya, bisa juga dari material yang digunakan.

Lokasi Pertama Pameran Global Louis Vuitton di Wuhan  Lokasi Pertama Pameran Global Louis Vuitton di Wuhan 

Lokasi Pertama Pameran Global Louis Vuitton di Wuhan – Berikutnya kami akan memberi artikel terpercaya yang sudah kami ringkas dan buat seringan mungkin, agar bisa dibaca oleh segala kalangan,berikut mengenai lokasi pertama pameran global Louis Vuitton.

Merek mewah Louis Vuitton memilih kota Wuhan, Tiongkok sebagai perhentian pertama pameran global bertajuk “See LV.” Sebagaimana diketahui, ibu kota Provinsi Hubei tersebut jadi perhatian dunia sebagai tempat pertama kali teridentifikasinya virus SR-CoV-2, awal tahun ini.

Melansir laman South China Morning Post, Selasa (3/11/2020), setelah melalui salah satu aturan penguncian paling ketat di dunia, kehidupan di Wuhan berangsur normal, dengan bisnis dibuka kembali dan orang-orang menjalani keseharian.

Dalam pengumuman perihal pameran global, Louis Vuitton menyebut Wuhan sebagai salah satu kota terpenting di China dan kaya akan warisan budaya, juga sejarah. Keputusan ini disebut-sebut sebagai tanda kepercayaan dalam pemulihan pascapandemi dan penempatan pasar barang mewah.

Sebagai pasar terbesar barang mewah di dunia, Tiongkok sangat penting bagi merek-merek kelas atas, seperti Louis Vuitton, yang aktif dalam menarik konsumen. Sebelum pandemi, pembeli barang mewah cenderung melakukan sebagian besar pembelian dalam perjalanan ke ibu kota mode Eropa, seperti Paris, Milan dan London.

Tapi, sejak China menutup perbatasan dan dengan berbagai negara memberlakukan larangan perjalanan, kebiasaan belanja tersebut beralih ke dalam negeri. Sementara merek-merek mewah telah berjuang di pasar yang digerakkan turis seperti Prancis, Italia, Singapura dan Hong Kong, mereka berkembang pesat di Cina daratan.

Permintaan akan barang-barang mewah tersebut, termasuk sejumlah produk Louis Vuitton, bahkan telah memunculkan istilah belanja balas dendam.

Baca Juga:Rahasia Dibalik Mahalnya Tas Louis Vuitton

Gratis untuk Umum
Pameran Global Louis Vuitton di Wuhan, See LV, telah dibuka pada 31 Oktober 2020. Penyelenggaraannya terjadwal hingga 6 Desember 2020 mendatang.

Gratis untuk umum, pameran ini mengeksplorasi 160 tahun sejarah rumah mode asal Prancis tersebut. Ceritanya berawal dari hari-hari awal sebagai pembuat bagasi di Paris hingga pembangkit tenaga listrik yang telah identik dengan kemewahan modern.

Lewat sederet foto yang beredar di jagat maya, tampak juga beragam model tas Louis Vuitton dengan desain ikonis. Juga, koleksi sejumlah busana yang menandai pentingnya perjalanan Louis Vuitton sebagai salah satu merek mewah dunia.