louis vuitton catalog price

Lokasi Pertama Pameran Global Louis Vuitton di Wuhan  Lokasi Pertama Pameran Global Louis Vuitton di Wuhan 

Lokasi Pertama Pameran Global Louis Vuitton di Wuhan – Berikutnya kami akan memberi artikel terpercaya yang sudah kami ringkas dan buat seringan mungkin, agar bisa dibaca oleh segala kalangan,berikut mengenai lokasi pertama pameran global Louis Vuitton.

Merek mewah Louis Vuitton memilih kota Wuhan, Tiongkok sebagai perhentian pertama pameran global bertajuk “See LV.” Sebagaimana diketahui, ibu kota Provinsi Hubei tersebut jadi perhatian dunia sebagai tempat pertama kali teridentifikasinya virus SR-CoV-2, awal tahun ini.

Melansir laman South China Morning Post, Selasa (3/11/2020), setelah melalui salah satu aturan penguncian paling ketat di dunia, kehidupan di Wuhan berangsur normal, dengan bisnis dibuka kembali dan orang-orang menjalani keseharian.

Dalam pengumuman perihal pameran global, Louis Vuitton menyebut Wuhan sebagai salah satu kota terpenting di China dan kaya akan warisan budaya, juga sejarah. Keputusan ini disebut-sebut sebagai tanda kepercayaan dalam pemulihan pascapandemi dan penempatan pasar barang mewah.

Sebagai pasar terbesar barang mewah di dunia, Tiongkok sangat penting bagi merek-merek kelas atas, seperti Louis Vuitton, yang aktif dalam menarik konsumen. Sebelum pandemi, pembeli barang mewah cenderung melakukan sebagian besar pembelian dalam perjalanan ke ibu kota mode Eropa, seperti Paris, Milan dan London.

Tapi, sejak China menutup perbatasan dan dengan berbagai negara memberlakukan larangan perjalanan, kebiasaan belanja tersebut beralih ke dalam negeri. Sementara merek-merek mewah telah berjuang di pasar yang digerakkan turis seperti Prancis, Italia, Singapura dan Hong Kong, mereka berkembang pesat di Cina daratan.

Permintaan akan barang-barang mewah tersebut, termasuk sejumlah produk Louis Vuitton, bahkan telah memunculkan istilah belanja balas dendam.

Baca Juga:Rahasia Dibalik Mahalnya Tas Louis Vuitton

Gratis untuk Umum
Pameran Global Louis Vuitton di Wuhan, See LV, telah dibuka pada 31 Oktober 2020. Penyelenggaraannya terjadwal hingga 6 Desember 2020 mendatang.

Gratis untuk umum, pameran ini mengeksplorasi 160 tahun sejarah rumah mode asal Prancis tersebut. Ceritanya berawal dari hari-hari awal sebagai pembuat bagasi di Paris hingga pembangkit tenaga listrik yang telah identik dengan kemewahan modern.

Lewat sederet foto yang beredar di jagat maya, tampak juga beragam model tas Louis Vuitton dengan desain ikonis. Juga, koleksi sejumlah busana yang menandai pentingnya perjalanan Louis Vuitton sebagai salah satu merek mewah dunia.

Rahasia Dibalik Mahalnya Tas Louis Vuitton Rahasia Dibalik Mahalnya Tas Louis Vuitton

Rahasia Dibalik Mahalnya Tas Louis Vuitton – Beberapa artikel yang akan kami berikan adalah artikel yang kami rangkum dari sumber terpercaya, berikut ini beberapa artikel yang membahas mengenai rahasia dibalik kemahalan tas brand lv.

Perjalanan sebuah brand untuk berada seperti Louis Vuitton sepertinya sangat sulit. Tercatat, Louis Vuitton sudah menjadi merek termahal di dunia dengan penilaian merek yang mencapai USD32,223 miliar dan pertumbuhan 14% dari tahun ke tahun. Selain LV, Gucci tercatat sebagai merek mewah dengan pertumbuhan tercepat di dunia, dengan tingkat pertumbuhan 23%.

Data tersebut disampaikan oleh perusahaan konsultan pemasaran Interbrand yang merilis daftar merek global teratas selama tahun 2019.

Untuk memperkirakan penghasilan suatu merek, Interbrand pun menganalisis kinerja keuangan atau layanan suatu merek, peran yang dimiliki suatu merek dalam keputusan pembelian, dan kekuatan kompetitif suatu merek dibandingkan dengan merek lain dalam sektornya.

Hasilnya seorang analisis menemukan bahwa sembilan perusahaan mewah teratas memiliki nilai merek gabungan sekitar USD117,784 miliar.

Adapun Louis Vuitton pertama kali dibuat pada tahun 1837 oleh seorang pria Perancis bernama Louise Vuitton. Tahun-tahun itu Louise Vuitton yang berasal dari kota Anchay, Prancis, ini membuka toko pertamanya di Paris.

Baca Juga:Meja Foosball Louis Vuitton

Tahun 1858 merupakan produk pertama yang dibuat oleh Louis Vuitton yakni sebuah travel bag atau koper dengan desain yang ringan, tahan lama dan kedap air. Dan pada tahun 1896 George Vuitton, anak dari Louis Vuitton, menciptakan monogram iconic Louise Vuitton serta patern bunga yang kini menjadi logo kebanggaan LV. Itu ia ciptakan untuk menghormati mendiang ayahnya yang meninggal pada tahun 1892.

Tas Louis Vuitton sejak didirikan memang kerap dipakai oleh bangsawan Perancis di tahun 1800-an sehingga merek tersebut hingga kini menjadi merek mewah yang dipakai oleh banyak model dunia. Bahkan sekarang ini Louis Vuitton bernilai US$47 miliar dolar dan sudah memiliki banyak produk dari tas, baju, sepatu, perhiasan hingga toilet. Serta logo LV pun kian melekat dengan kesan mewah.

Adapun alasan di balik tas bermerek ini sangat mahal karena mereka memiliki biaya pembuatan yang sangat tinggi. Mereka juga memproduksi langsung di Perancis dan dibuat oleh para pengrajin yang berpengalaman dari Eropa dan Amerika. Serta bahan yang mereka gunakan juga sangat mahal dan masih ada yang dijahit tangan atau mesin jahit biasa.

Karena itulah produk Louis Vuitton hanya dibuat sedikit alias terbatas sehingga itu yang membuat harganya kian mahal. Dengan persediaan yang terbatas, LV juga sengaja agar tidak menjual tas dengan murah atau harga diskon. Sehingga membuat Louis Vuitton menjadi satu-satunya merek yang tak pernah menjual barangnya dengan harga diskon.