louis vuitton

Louis Vuitton Rilis Sepeda Mewah – Seperti yang kita semua ketahui bahwa brand Louise Vuitton merupakan salah satu brand ternama dan terkenal yang memiliki harga dan kualitas yang tinggi.

Kegiatan bersepeda saat ini tengah menjadi tren di seluruh dunia. Dan soal tren, rumah mode Louis Vuitton tentu tak ingin ketinggalan. Kali ini, rumah mode asal Prancis tersebut menggandeng produsen sepeda terkenal di Prancis yang telah berdiri sejak 1912, Maison Tamboite. Dengan desain retro, merek Perancis Louis Vuitton dan Maison Tamboite bersama-sama meluncurkan lini sepeda LV Bike.

Louis Vuitton Rilis Sepeda Mewah

Kalau di Indonesia yang banyak populer adalah sepeda sport, LV Bike hadir dengan model sepeda yang lebih cocok dipakai untuk berkeliling kota dengan santai tanpa memikirkan kecepatan. Hadir dalam empat pilihan warna, merah, kuning, biru, dan hitam, LV Bike memiliki dua model berbeda. Kedua model tersebut merupakan representasi sepeda model klasik dari koleksi pertama Maison TAMBOITE Paris.

Selain itu, koleksi sepeda ini dibuat dengan tangan sesuai standar pembuatan Maison TAMBOITE Paris. Kerangkanya terbuat dari baja berlapis enamel dan krom yang berhasil membuat sepeda jadi lebih ringan namun tetap kokoh. Empat model LV Bike juga tersedia dengan rangka step-through atau tertutup dan semuanya dilengkapi dengan drivetrain dua kecepatan.

Baca Juga : Daftar Item Unik dari Brand Louis Vuitton

Sepeda ini juga memiliki saddle atau pelana yang dibuat dari kulit lembut nan empuk sehingga bisa memberikan kenyamanan bagi pengguna. Lalu untuk memastikan keselamatan pengendara dan sepeda itu sendiri, LV Bike juga dilengkapi dengan teknologi yang bisa melacak lokasi keberadaan sepeda dengan sistem real time yang bisa dipantau melalui aplikasi ponsel pintar.

Dan menariknya lagi, beberapa koleksi LV Bike mempunyai aksen kulit dengan motif monogram khas Louis Vuitton berbentuk bunga dan tulisan ‘LV’ di bagian rangka, pelana, atau keranjang sepeda. Tampilan ini tidak hanya bisa memberikan pengalaman baru dalam bersepeda tapi juga membuat gaya bersepeda kamu jadi semakin chic.

Bagi yang ingin mendapatkan sepeda dari Louis Vuitton ini, kamu bisa membelinya langsung di gerai Louis Vuitton dengan sistem made-to-order atau dibuat sesuai pesanan. Tak perlu khawatir kehabisan sebab koleksi sepeda stylish ini tidak dijual musiman. Jadi kamu bisa mendapatkannya kapan saja sesuai keinginan.

tas tas

Merek Besar Louis Vuitton Lahir dari Pengangguran Super Melarat – Berdiri sejak 1854, siapa yang tak kenal produk dan merek Louis Vuitton (baca: Lui Vitong) yang sudah melanglang hampir ke seluruh pelosok dunia. Merek besar asal Paris ini telah melahirkan sejumlah produk fashion termewah di dunia.

Salah satu produk fashion terpopuler dan termahal yang pernah diluncurkan Louis Vuitton adalah Kusama Pumpkin Minaudiere yang dibandrol hingga US$ 133.400 atau setara Rp 1,57 miliar. Meski harganya melambung tinggi, lima tas karya desainer ternama Yayoi Kusama itu terjual habis. Popularitasnya memang tak diragukan lagi. Meski demikian, masih jarang yang tahu, merek besar dan termahal di dunia itu lahir dari nama seorang pemuda miskin yang bahkan tak punya pekerjaan. Inovasi si pemuda miskin bernama Louis Vuitton itu berhasil menyuburkan produk-produknya hingga sekarang. Bagaimana lika-liku perjalanan perusahaan Louis Vuitton hingga mampu memproduksi salah satu tas termahal di dunia? Apa yang membuat harga tas tersebut mencapai angka miliaran rupiah?

Berikut kisahnya seperti dikutip dari The Richest, The Born Rich, dan situs resmi Louis Vuitton serta berbagai sumber lainnya

Louis Vuitton, merek besar yang lahir dari nama pemuda miskin

Kebesaran merek fashion Louis Vuitton di mata dunia pasti membuat para penggunanya tak pernah menyangka, nama tersebut lahir dari seorang remaja super miskin tanpa pekerjaan. Tak tahan dengan kehidupannya di perbatasan Prancis, Louis Vuitton yang lahir pada 1821 mengungsi ke beberapa tempat sejak usia 14 tahun. Vuitton merupakan pemuda super miskin yang bekerja serabutan demi mencukupi kehidupannya sehari-hari. Dua tahun kemudian, dia tiba di Paris dan melamar di sebuah pabrik pembuat koper dan peti barang, Mosieur Marechal.

Dia mengabdi selama 17 tahun di perusahaan tersebut. Pengalaman bertahun-tahun yang diperolehnya lebih dari cukup untuk membekalinya mendirikan bisnis koper sendiri. Dia sangat paham apapun yang diperlukan para wisatawan. Pada 1854, dia pun mendirikan toko pertamanya bernama Louis Vuitton Malletier (Louis Vuitton si pembuat koper). Inovasi Vuitton terus membuat tas koper buatannya semakin moderen. Pola dan karyanya yang unik dan berbeda membuat produknya populer di kalangan selebritis dan keluarga kekaisaran.

Pada 1888, dia mulai mematenkan namanya dengan membuat lambang L dan V sebagai tanda merek besar Louis Vuitton.

Louis Vuitton, merek paling mahal di dunia

Nomor satu dalam jajaran merek barang mewah adalah Louis Vuitton. Harga mereknya diprediksi mencapai US$ 23,58 miliar. Melihat harganya, hingga beberapa tahun ke depan, tak akan ada satu merek pun yang mampu menandingi mahalnya nilai merek Louis Vuitton.

Saat ini, merek yang dilahirkan Louis Vuitton ini merupakan yang terbaik di Prancis. Merek ini telah melanglang ke lebih dari 60 negara di duni. Terdapat lebih dari 500 butik yang telah dibangun di beberapa negara tersebut. Merek yang telah resmi berdisi sejak 1854 itu, hingga saat ini masih sangat terkenal di antara berbagai produk mewah lainnya. Berbagai desain inovatif yang terus diluncurkan Louis Vuitton dan keturunannya bahkan membuat merek tersebut menjadi merek paling mahal di dunia.

Tas pertama Louis Vuitton lahir setelah Vuitton wafat

Merek Louis Vuitton semakin besar dan elegan di kalangan selebritis dan bangsawan berkat inovasi tanpa henti yang dikembangkan pemiliknya. Usai pendirinya, Vuitton wafat pada 1892, sang anak, Georges terjun meneruskan bisnis keluarga tersebut.

Georges sukses melebarkan sayap bisnis fashion tersebut hingga ke berbagai negara di pelosok dunia. Di tahun yang sama dengan waktu tutup usia Vuitton, perusahaan mulai merancang dan menjual tas. Pada 1991, keluarga Vuitton merancang tas `Stemer` yang sangat terkenal. Stemer merupakan leluhur koper bertekstur lembut yang digunakan hingga sekarang. Awalnya tas tersebut berfungsi untuk menyimpan pakaian tapi akhirnya banyak orang menggemarinya.

Siapa sangka, tas rancangannya justru menjadi ikon utama di antara produk-produk fashion Louis Vuitton lainnya. Tas-tas produksinya yang teramat populer berhasil membawa nama Louis Vuitton hingga sekarang.

Baca Juga : Fakta Tas OLED Louis Vuitton Touchscreen

Tas Paling Mahal yang Dijual Louis Vuitton

Kusama Pumpkin Minaudiere merupakan tas paling mahal yang diproduksi Louis Vuitton. Hargannya melambung tinggi hingga US$ 133.400 atau setara Rp 1,57 miliar. Tingginya harga tas tersebut karena jumlah produksinya yang sangat terbatas. Sepanjang sejarah, perancangnya yang populer Yayoi Kusama hanya memproduksi lima tas serupa. Lebih dari itu, tas tersebut terbuat dari emas murni, manik-manik hitam super mahal, serta kombinasi logam-logam terbaik di dunia.

Tak heran, Louis Vuitton membrandolnya dengan harga super mahal. Tas mewah lain yang dijual Louis Vuitton adalah Coquille d’Oeuf Minaudiere seharga US$ 101.000 atau setara Rp 1,19 miliar. Tas tersebut dikenalkan pada 2012. Mewahnya tas itu merupakan hasil kerja sama perusahaan dengan direktur kreatifnya, Marc Jacobs. Namanya yang terkenal di dunia fashion membantu mengarahkan visi artistik perusahaan.

Cuma 1% merek asli Louis Vuitton yang beredar di pasaran, sisanya palsu

Motif khas Louis Vuitton, gambar bunga asal Jepang, telah identik dengan kemewahan sejak pertama kali diperkenalkan pada 1896. Tak hanya motifnya yang khas, Vuitton juga menggunakan logo monogram di semua produknya termasuk tas-tasnya. Awalnya, logo monogram itu diciptakan guna mencegah pemalsuan dari perusahaan desainer tas lainnya di Paris. Ironisnya, logo tersebut justru mudah ditiru dan merupakan logo yang paling banyak ditiru sepanjang sejarah fashion.

Bayangkan saja, dari semua produk Louis Vuitton yang beredar di pasaran, hanya 1% merek yang dianggap otentik dan asli diluncurkan perusahaan asal Paris tersebut. Logo tersebut dengan cepat menyebar ke berbagai penjuru dunia, baik lewat penjelajah, pelayar dan wisatawan asing yang bertandang ke Paris.Di Indonesia, pemandangan masyarakat biasa menenteng tas dan dompet bermotif persis seperti logo Louis Vuitton juga sering terlihat. Peluang memalsukan logo tersebut banyak dimanfaatkan para pedagang yang ingin meraup untung dari masyarakat yang ingin terlihat bergaya hidup mewah.

Meski begitu, Louis Vuitton tetap menjadi salah satu lambang kemewahan dan kehidupan glamor baik di kalangan selebritis dunia, sosialita, pejabat, maupun masyarakat kelas atas lainnya.

Rahasia Dibalik Mahalnya Tas Louis Vuitton Rahasia Dibalik Mahalnya Tas Louis Vuitton

Rahasia Dibalik Mahalnya Tas Louis Vuitton – Beberapa artikel yang akan kami berikan adalah artikel yang kami rangkum dari sumber terpercaya, berikut ini beberapa artikel yang membahas mengenai rahasia dibalik kemahalan tas brand lv.

Perjalanan sebuah brand untuk berada seperti Louis Vuitton sepertinya sangat sulit. Tercatat, Louis Vuitton sudah menjadi merek termahal di dunia dengan penilaian merek yang mencapai USD32,223 miliar dan pertumbuhan 14% dari tahun ke tahun. Selain LV, Gucci tercatat sebagai merek mewah dengan pertumbuhan tercepat di dunia, dengan tingkat pertumbuhan 23%.

Data tersebut disampaikan oleh perusahaan konsultan pemasaran Interbrand yang merilis daftar merek global teratas selama tahun 2019.

Untuk memperkirakan penghasilan suatu merek, Interbrand pun menganalisis kinerja keuangan atau layanan suatu merek, peran yang dimiliki suatu merek dalam keputusan pembelian, dan kekuatan kompetitif suatu merek dibandingkan dengan merek lain dalam sektornya.

Hasilnya seorang analisis menemukan bahwa sembilan perusahaan mewah teratas memiliki nilai merek gabungan sekitar USD117,784 miliar.

Adapun Louis Vuitton pertama kali dibuat pada tahun 1837 oleh seorang pria Perancis bernama Louise Vuitton. Tahun-tahun itu Louise Vuitton yang berasal dari kota Anchay, Prancis, ini membuka toko pertamanya di Paris.

Baca Juga:Meja Foosball Louis Vuitton

Tahun 1858 merupakan produk pertama yang dibuat oleh Louis Vuitton yakni sebuah travel bag atau koper dengan desain yang ringan, tahan lama dan kedap air. Dan pada tahun 1896 George Vuitton, anak dari Louis Vuitton, menciptakan monogram iconic Louise Vuitton serta patern bunga yang kini menjadi logo kebanggaan LV. Itu ia ciptakan untuk menghormati mendiang ayahnya yang meninggal pada tahun 1892.

Tas Louis Vuitton sejak didirikan memang kerap dipakai oleh bangsawan Perancis di tahun 1800-an sehingga merek tersebut hingga kini menjadi merek mewah yang dipakai oleh banyak model dunia. Bahkan sekarang ini Louis Vuitton bernilai US$47 miliar dolar dan sudah memiliki banyak produk dari tas, baju, sepatu, perhiasan hingga toilet. Serta logo LV pun kian melekat dengan kesan mewah.

Adapun alasan di balik tas bermerek ini sangat mahal karena mereka memiliki biaya pembuatan yang sangat tinggi. Mereka juga memproduksi langsung di Perancis dan dibuat oleh para pengrajin yang berpengalaman dari Eropa dan Amerika. Serta bahan yang mereka gunakan juga sangat mahal dan masih ada yang dijahit tangan atau mesin jahit biasa.

Karena itulah produk Louis Vuitton hanya dibuat sedikit alias terbatas sehingga itu yang membuat harganya kian mahal. Dengan persediaan yang terbatas, LV juga sengaja agar tidak menjual tas dengan murah atau harga diskon. Sehingga membuat Louis Vuitton menjadi satu-satunya merek yang tak pernah menjual barangnya dengan harga diskon.

Meja Foosball Louis Vuitton Meja Foosball Louis Vuitton

Meja Foosball Louis Vuitton – Kali ini lvbags akan membahas tentang rilisan barang baru dari brand lv yaitu meja foosball yang dikabarkan dijual dengan harga 1,2 miliar. Berikut ini merupakan artikel yang membahas tentang mejad foosball dari brand lv.

Di bagian lubang tempat keluarnya bola, ada ukiran nama merek didesain melingkar.

Sedangkan untuk bagian gagang yang berfungsi menggerakkan pemain, desainnya terlihat ramping dan dilapisi kulit sapi.

Kemudian di bagian penghitungan poin, desain monogram dan ukiran khas LV menjadi pilihan.
Kesan elegan terlihat di bagian sisi meja yang didominasi oleh warna coklat dan putih .

Lalu, di salah satu sisinya terdapat logo LV.

Dengan desain yang menawan, meja foosball ini dibanderol dengan harga 87 ribu dollar AS atau mencapai lebih dari Rp 1,2 miliar.

Bagi kolektor yang lebih menyukai tampilan berwarna, LV juga menawarkan desain meja foosball dengan pilihan warna cyan -biru kehijauan, fuschia -merah jambu keunguan, dan pistachio -kuning pucat kehijauan.

Warna-warna tersebut pernah digunakan LV era 1920-an untuk koleksi kopernya.

Material pada meja foosball ini menggunakan epi leather yang tahan lama, sama seperti produk LV lainnya.

Menariknya, kulit didesain bergelombang dengan pola horizontal.

Baca Juga :Kisah Louis Vuitton dan Tifannya & Co

Namun berbeda dengan varian sebelumnya, meja foosball yang menawarkan beberapa warna ini dijual “sedikit” lebih mahal, yakni 87.500 dollar AS, alias terpaut sekitar Rp 7,5 juta dari versi pertama.

Selain itu, LV juga menawarkan pilihan lain yang harganya lebih murah, yaitu meja foosball berbahan kanvas yang dijual dengan harga 71 ribu dollar AS atau sekitar Rp 1 miliar.

Di lihat dari segi bentuknya, meja foosball ini tak jauh berbeda dengan yang sebelumnya.

Namun pada bagian sisinya didesain menggunakan motif monogram khas LV yang ikonik berbahan kanvas.

Sementara itu, sentuhan aksen warna emas membuat meja ini tidak kalah elegan bila dibandingkan dengan varian lainnya.

 

Artikel diatas merupakan artikel yang membahas tentang  barang kelauran baru dari brand lv yaitu meja foosball yang dijual dengan harga yang sangat fantastis yaitu seharga 1,2 miliar.